Kenapa kalau malam gelap gulita hampa penuh kekosongan seperti ruang gelap tanpa bayangan tubuhku . . .
Ku ingin melangkahkan kakiku di salah satu pijak alas tapi ku takut terjatuh . . .
Ku ingin meraba dan mencari celah sinar tapi tak kunjung kujumpai . . .
Aku seperti orang yang buta dan tuli . Bisu ingin bertanya tapi tak ada wajah manusia di tempat hitam seperti ini yang penuh kegelapan . . .
Sepertinya aku di liang mimpi hitam tanpa teman tanpa keluarga ataupun saudara . . .
Dan aku tidak bisa melihat tubuhku mau merabapun tapi tak sanggup merasakan sentuhan jenis dan bentuk tubuhku . . .
Semua gelap seperti tanpa sahabat . . .
Semua hitam seperti tanpa teman . . .
Inilah gelap dan hitam . . .
Seperti orang yang sedang berteman dengan kesepian . . .
Sepi dengan kata-kata bisu . . .
Buta tak mampu melihat cahaya . . .
Tuli seperti kekosongan yang peka . . .
Dan aku hanya bisa merasakan ras jiwaku hidup seorang diri dan berteman dengan gelap dan hitam . . .
.
Cipt:Agust Reyhand